⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯
Ada pertanyaan atau masukan yang ingin disampaikan?
“Wiranagari” berasal dari dua kata, yaitu wira yang berarti berani, dan nagari yang berarti lingkungan atau tempat hidup. Nama ini mencerminkan semangat generasi yang tidak hanya berani untuk tampil, tetapi juga berani mengambil peran dalam membawa perubahan positif di lingkungan sekitarnya.
Wiranagari bukan sekadar simbol keberanian, melainkan representasi dari pribadi yang memiliki kepedulian, tanggung jawab, dan komitmen untuk terus berkembang serta memberi dampak nyata. Keberanian yang dimaksud bukan hanya berani berbicara, tetapi juga berani bertindak, berani menghadapi tantangan, dan berani menjadi solusi.
Mewujudkan Paguyuban Wiranagari sebagai wadah generasi muda yang berani, berkarakter, dan berintegritas tinggi dalam membawa perubahan positif di lingkungan sekolah dan masyarakat, dengan menjunjung nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta semangat kolaborasi demi terciptanya lingkungan yang harmonis, inspiratif, dan berdaya saing.
Menanamkan nilai keberanian, kepemimpinan, tanggung jawab, serta kepedulian sosial dalam diri setiap anggota sebagai landasan menjadi agen perubahan yang aktif dan solutif.
Mengembangkan potensi anggota melalui berbagai kegiatan yang mendorong kreativitas, inovasi, serta kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi tantangan di lingkungan sekitar.
Mendorong partisipasi aktif anggota dalam kegiatan sosial, lingkungan, dan kemasyarakatan sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menciptakan perubahan positif.
Membangun budaya paguyuban yang solid, inklusif, dan harmonis dengan menjunjung tinggi rasa saling menghargai, gotong royong, dan kebersamaan.
Menjalin hubungan yang baik dan kolaboratif dengan berbagai pihak, baik di lingkungan sekolah maupun eksternal, guna memperluas dampak positif paguyuban.
Menjadi teladan dalam sikap, perilaku, etika, serta prestasi sehingga mampu memberikan inspirasi bagi lingkungan sekitar.
FAQ
(Frequently Asked Question)
Putra Putri Mitreka Satata merupakan ajang pemilihan ikon atau perwakilan siswa SMAN 1 Malang yang mengusung semboyan “Mitreka Satata”, yang berasal dari Kitab Sutasoma dan bermakna selalu bersahabat atau bersahabat dalam kesetaraan. Putra Putri Mitreka Satata berperan sebagai role model dan representasi sekolah, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Mereka diharapkan memiliki karakter, wawasan luas, kemampuan komunikasi, serta mampu membawa nama baik sekolah dalam berbagai kegiatan resmi, sosial, maupun kemasyarakatan.
Proses seleksi umumnya terdiri dari beberapa tahapan, mulai dari pendaftaran administrasi, seperti pengisian data diri dan pengumpulan dokumen yang diperlukan, hingga tes tulis dan wawancara untuk menguji wawasan, kepribadian, kemampuan public speaking, serta pengetahuan mengenai sekolah dan organisasi. Peserta juga dapat mengikuti unjuk bakat dan karantina yang mencakup pembekalan, pengembangan diri, kedisiplinan, grooming, koreografi, dan kerja sama tim. Tahap akhir berupa Grand Final, di mana para finalis menampilkan kemampuan terbaik mereka dan dinilai oleh dewan juri untuk menentukan Putra Putri Mitreka Satata.
Putra Putri Mitreka Satata aktif dalam berbagai kegiatan yang bertujuan memberikan dampak positif bagi siswa dan masyarakat. Kegiatannya dapat berupa kampanye sosial dan pendidikan, pembuatan konten positif, kampanye literasi, serta kegiatan kepedulian lingkungan dan sosial. Selain itu, Putra Putri Mitreka Satata mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan public speaking, leadership, kreativitas, dan personal branding. Mereka juga menjalankan tugas representatif dan protokoler, seperti mendampingi kegiatan sekolah, menyambut tamu, menghadiri berbagai acara, serta membangun relasi dengan berbagai pihak.
Untuk mengajukan kolaborasi, sponsorship, media partnership, kegiatan sosial, atau kerja sama lainnya, Anda dapat menghubungi Putra Putri Mitreka Satata melalui media sosial resmi, khususnya Instagram. Narahubung atau contact person bagian HUMAS yang tercantum pada akun resmi juga dapat digunakan untuk keperluan kerja sama. Untuk kegiatan yang bersifat formal dan berkaitan langsung dengan sekolah, kerja sama juga dapat dikoordinasikan melalui pihak sekolah, seperti bagian kesiswaan SMAN 1 Malang.